Menggugat Revolusi Mental

f1016d139e9e67ca5b4d0c004af39916

 

Dimana revolusi mental-mu ketika kau mendengar anak-anak diperkosa? Atau kau tidak mendengar? Tidak juga membaca? Tidak juga melihat beritanya di TV?

Dulu kau dengan bangga menulis tentang revolusi mental, seolah dua kata itulah kunci mudah mengubah moral rakyat menjadi lebih baik, dan setelah itu kau gelontorkan 140 miliar untuk mewujudkannya, seolah kebaikan moral bisa dibeli dengan uang.

Tapi kau sama sekali tidak melihat anak-anak menjerit menahan sakit dari kriminal yang seharusnya kau revolusi mentalnya. Kau juga tidak mendengar rakyat berteriak memohon belas kasih ketika aparatmu menghantam kepala mereka. Kau malah merobohkan rumah-rumah rakyat dan menawarkan tanah-tanah mereka demi hutangan yang entah kapan terbayar. Kau membiarkan aseng-aseng melenggang dan mempersilahkan mereka menjadi penjajah baru; menjadi pemerkosa-pemerkosa selanjutnya.

Sekarang kami menggugat revolusi mental-mu!

 

Dipublikasi di Politik, Serba-Serbi | Meninggalkan komentar

Hilangnya Sentuhan Duo Nolan

christopher-nolan-jonathan-nolan

Ada yang tersisa dari Batman v Superman setelah satu minggu sejak tayang perdana; sebuah pertarungan lain antara Kritikus v Penonton. Ya, secara mengejutkan BvS menjadi film terlaris kedua walaupun terus dihujani kritikan(tomatometer per hari ini 28%). Yang menjadi kritikan tajam dalam film ini adalah banyaknya plot holes, tapi banyak penggemar DC yang tidak setuju dengan mereka. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian penjualan tiket BvS selama seminggu ini cukup fantastis dan disebut sebagai demokrasinya Box Office.

Saya tidak akan membahas plot holes-nya, melainkan ada sesuatu yang hilang dari BvS yaitu peran duo Nolan sebagai penulis skenario. Sejak Batman Begins hingga Man of Steel nama Christopher Nolan selalu ada dalam daftar baik sebagai penulis cerita maupun penulis skenario. Kesuksesan penulisan CN biasanya selalu berdampingan dengan sang saudara, Jonathan Nolan. Dan sebagaimana kita juga tahu bahwa kesuksesan The Dark Knight merupakan kolaborasi duo Nolan dan David Goyer. Tapi ketika David Goyer kehilangan dua rekannya, BvS juga seolah kehilangan kekuatan.

dark-knight

Ekspektasi penggemar DC pada BvS memang melebihi The Dark Knight Rises, bahkan pencapaian penonton bisa BvS lebih baik dari TDKR. Akan tetapi, kritikus tidak membandingkan BvS dengan TDKR melainkan dengan TDK. Sebagai contoh, kedua film ini selalu dibandingkan mana yang lebih gelap, dan di samping itu, sebenarnya ada kesamaan antara dua film yaitu pada Lex Luthor dan Joker. Dalam TDK, ketika Batman fokus pada penangkapan mafia dan mengabaikan Joker, di sisi lain Joker malah meyakinkan mafia bahwa Batman-lah yang akan menjadi pengacau rencana mereka. Demi melawan Batman, Joker menghabisi Komisaris, Hakim, dan Jaksa (Harvey Dent). Batman pun terjebak dalam permainan Joker. Joker membiarkan dirinya ditangkap supaya bisa membebaskan Lau dan menempatkan Batman dalam pilihan sulit: menyelamatkan Harvey Dent atau Rachel. Ceritanya semakin keren karena ditunjang dengan penampilan memukau Heath Ledger sebagai Joker.

Sementara dalam BvS Lex Luthor menyeting supaya Batman berhadapan dengan Superman. Setingan Lex Luthor ini sudah dimulai sejak awal film saat menjebak Superman untuk menyelamatkan Lois Lane, berlanjut pada penemuan krypton dan membiarkan Batman mencurinya, dan pada akhirnya menjebak kedua superhero tersebut untuk saling berhadapan. Akan tetapi peran Lex Luthor tidak sekuat/secerdik Joker, apalagi Jesse Eisenberg tampaknya masih belum lepas dari sosok Zuckerberg dan malah menyulap sosok musuh bebuyutan Superman itu menjadi Lex Zuckerberg.

Meskipun TDKR tidak secemerlang TDK, namun seandainya duo Nolan ikut menggarap skenarionya, mungkin pertarungan Batman melawan Superman akan jauh berbeda.

 

Dipublikasi di Film, Serba-Serbi | Tag , , | Meninggalkan komentar

[Review] Batman v Superman

batman-vs-superman-review-pic

Batman v Superman: Dawn of Justice (BvS) merupakan sekuel dari Man of Steel meskipun di awal cerita kita disuguhkan narasi dan latar belakang Bruce Wayne. Itu karena setingnya waktunya saat berlangsungnya perang dengan pasukan Jendral Zod dan berlanjut pasca kematiannya. Sementara yang menghubungkannya adalah fakta bahwa Wayne Financial berkantor di Metropolis yang nota bene ikut hancur akibat perisiwa tersebut.

Batman v Superman pada akhirnya memang berkisah tentang pertarungan Batman melawan Superman. Selama setengah dari durasi BvS diisi dengan cuplikan-cuplikan yang menghubungkan alasan mengapa mereka bisa sampai bertarung, sehingga pertarungan yang sebenarnya tidak fair menjadi seimbang. Dan untuk itu Zack Snyder berusaha membuat penonton memahami alurnya secara perlahan.

Berbeda dengan Avengers 2 yang mudah ditebak alur ceritanya lewat trailernya, BvS boleh saya bilang jangan percaya pada trailernya. Dalam trailer BvS, Superman digambarkan sebagai penjahat sementara Batman sebagai polisinya, tapi tidak demikian. Di sini Superman adalah sang tertuduh, sedangkan Batman menjadi wakil dari manusia yang sangat marah kepada Superman. Superman dianggap sebagai makhluk asing yang terlalu mencampuri urusan manusia. Lalu di sisi lain ada Lex Luthor yang melihat kesempatan ini sebagai celah untuk menyingkirkan Superman.

Bicara tentang para pemainnya, tentu saja Ben Affleck adalah bintangnya. Ben Affleck lebih ‘kejam’ dan berotot. Dalam hal ini rupanya Snyder juga memerhatikan komentar suara berat Batman-nya Nolan dengan menunjukkan alat perubah suara di topeng. Meski begitu kita tidak perlu menyesali kenapa dia tidak memerankan Batman sejak dulu. Christian Bale cukup baik sebagai Batman muda, namun Ben Affleck memang lebih pantas memerankan sang kelelawar di ‘usia matang’. Kemudian ada Jesse Eissenberg sebagai Lex Luthor yang saya pikir mengingatkan kita pada perannya sebagai Mark Zuckerberg di Social Network. Alfred yang bijaksana digantikan dengan wajah yang lebih keras (Jeremy Irons) sebagai penyeimbang dari Bruce Wayne ‘baru’. Namun sayangnya Gal Gadot belum siap memerankan film sebesar BvS meskipun dia punya wajah klasik ala Diana Prince-nya Lynda Carter. O ya, jangan lupa ada Bono U2 juga, hehe.

Saya cukup terkejut ketika kritikus menghajar habis BvS dengan Tomatometer per 23/3 sebesar 37%! Meski begitu saya cukup tahu alasannya dan bisa merasakan kekurangan dari film ini. Saya cukup menikmati selama dua pertiga dari durasinya, tapi ketika pertarungan Batman v Superman dimulai dan diikuti dengan kemunculan sang monster, BvS lebih seperti The Amazing Spider-Man. Meski begitu Snyder tidak ingin pertarungan seperti Man of Steel yang memakan durasi lumayan lama; dia membuat penyelesaiannya dengan sebuah kejutan.

Hal lain yang saya perhatikan adalah musiknya. Hans Zimmer yang bertanggung jawab sejak Triologi Batman versi Nolan hingga Man of Steel memiliki ciri khas musiknya pada masing-masing film. Kita pasti ingat original score dari The Dark Knight yang fenomenal itu, atau bahkan dentingan piano dalam Man of Steel. Tapi dengan bertambahnya super hero yang muncul, Hans Zimmer membuat musik untuk masing-masing karakter yang menurut saya terlalu rame dan seolah kehilangan ciri khasnya.

 

Dipublikasi di Film, Serba-Serbi | Tag , | Meninggalkan komentar

Belajar di Rumah Pintar

tumblr_o3ca97yguu1sx4ry2o1_1280

Saya pikir kemarin anak-anak tidak akan datang karena hujan. Rumah Pintar terkunci dan tampak sepi, kecuali beberapa anak perempuan yang sedang berkumpul di saung. Saya bertemu bang Daniel, penanggung jawab Rumah Pintar, dan nitip pesan kalau anak-anak sudah datang, suruh salah satu anak datang ke rumah. Tapi waktu saya datang jam 2 siang, mereka, yang saya kira anak-anal lain, ternyata adalah anak-anak yang mau belajar di Rumah Pintar. Jumlah keseluruhan yang datang 9 anak, lebih sedikit dari minggu kemarin; 11 anak.

Karena sudah ada spidol maka saya mulai mengajar matematika dasar. Kebetulan yang datang anak-anak kelas 5, 6, dan 7 sehingga materinya nggak terlalu jauh. Agak kaget saat tahu mereka ‘lupa’ tentang persamaan dasar, tapi apa yang membuat saya lebih kaget lagi adalah ada dua anak baru yang berasal dari Cileungsi! Mungkin mereka diajak temannya (anak sekitar) untuk belajar di Rumah Pintar. Meski begitu mereka seolah memberi tanda kepada saya harus lebih serius dalam mengajar.

Mengajar memang bukan hal baru bagi saya. Sebelumnya, saya pernah mengajar ibu-ibu, siswa SMA, dan karyawan baru sewaktu di Asuransi Sinar Mas. Tapi apa yang membedakan mengajar kali ini adalah saya menghadapi wajah-wajah penuh harap.

 

Dipublikasi di Serba-Serbi | Tag | Meninggalkan komentar

Di Manakah Rasa Syukur Itu?

1

 

Pagi ini TV One mewawancarai seorang penjual warung di Kali Jodo. Si penjual, yang sudah tinggal di sana sejak 1993, mengaku mendapat penghasilan sekitar 2-3 juta/hari. Omset sebesar itu menurut saya wajar karena Kali Jodo daerah ramai dan ibu itu membuka warung dengan omset terbesar dari makanan. Sebagai perbandingan, di komplek perumahan saya tinggal saja tukang gado-gado bisa mendapat omset sampai 1 juta/hari. Apabila dihitung selama 10 tahun terakhir berjualan, maka dia setidaknya sudah mendapat lebih dari 720 juta. Dengan jumlah itu seharusnya dia bisa menyekolahkannya anak2nya hingga sampai perguruan tinggi dan bahkan naik haji. Tapi apa yang terjadi, ibu itu masih mencemaskan masa depannya yang sebentar lagi harus angkat kaki dari Kali Jodo.

Ibu itu sama dengan tukang gado-gado yang saya sebut tadi atau pedagang lain dengan omset besar namun masih mengeluh kekurangan rejeki. Mereka juga sering terlambat sholat berjamaah atau bahkan tidak sholat sama sekali.

Berbeda dengan mereka yang profilnya pernah saya baca di facebook; mereka yang bisa naik haji atau berkurban meski penghasilan mereka sedikit. Mereka jarang sekali mengeluh, dan malah lebih banyak tersenyum dan memberi.

Tentu saja kita sama-sama tahu letak perbedaan keduanya, yaitu bersyukur.

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku),maka pasti azab-Ku sangat berat.”(QS.ibrahim [14]:)

 

Drawing a Blank

 

Dipublikasi di Islam, Serba-Serbi | Tag , | 1 Komentar

Mengapa Kita Sering Terburu-Buru Dalam Beribadah

MALAYSIA-ISLAM-RAMADAN

Kita mungkin pernah mendengar penceramah atau ustadz yang menyayangkan jemaah sering mengeluh ketika imam membaca surah yang panjang. Tapi saya, setengah bercanda, menimpali: “Ustadz, bagaimana kalau surah yang dibaca imam pendek tapi makmumnya khusyu?”

Keluhan jemaah seperti itu menurut saya wajar, dan bahkan Rasulullah SAW pernah memperingatkan imam yang sholatnya lama.

“Mu’adz bin Jabal Al-Anshari pernah memimpin shalat Isya. Ia pun memperpanjang bacaannya. Lantas ada seseorang di antara kami yang sengaja keluar dari jama’ah. Ia pun shalat sendirian. Mu’adz pun dikabarkan tentang keadaan orang tersebut. Mu’adz pun menyebutnya sebagai seorang munafik. Orang itu pun mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengabarkan pada beliau apa yang dikatakan oleh Mu’adz padanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menasehati Mu’adz, “Apakah engkau ingin membuat orang lari dari agama, wahai Mu’adz? Jika engkau mengimami orang-orang, bacalah surat Asy-Syams, Adh-Dhuha, Al-A’laa, Al-‘Alaq, atau Al-Lail.” (HR. Muslim no. 465)

Kalau bicara kualitas amalan belum tentu amalan yang banyak yang lebih baik.

”Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ajeg) walaupun sedikit.” HR. Muslim no. 782

Namun yang ditekankan di sini bukanlah sedikitnya, melainkan kontinu-nya, karena Rasulullah SAW juga mengatakan:

“Wahai ‘Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan. Dulu dia biasa mengerjakan shalat malam, namun sekarang dia tidak mengerjakannya lagi.” HR. Bukhari no. 1152

Tapi kontinu juga tidaklah cukup karena amalan yang diterima itu harus memenuhi dua syarat, yaitu ikhlas dan sesuai dengan sunnah. Kalau sudah memenuhi dua syarat itu seharusnya kita bisa khusyu’ dalam sholat dan kualitas yang baik dalam amalan yang lain.

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya” (QS al-Mu’minuun: 1-2)”

Tidak khusyu’ biasanya akan membuat kita terburu-buru dan tidak sabaran dalam sholat atau ibada yang lain, sehingga mengerjakan sholat jadi sekedar menggugurkan kewajiban.

Saya tidak punya kiat supaya bisa khusyu’ dalam sholat, akan tetapi saya akan membawa kita untuk merenung dengan membandingkan antara aktivitas akhirat kita dengan dunia kita.

Kita merasa senang ketika makan hidangan lezat di sebuah restoran. Kita juga menikmati saat bersantai di atas pasir putih pantai ditemani angin sepoi-sepoi membelai rambut sambil minum air kelapa. Kamu pasti setuju bahwa nyaris tidak ada seorang pun yang tidak ikhlas ketika merasakan kenikmatan duniawi, bahkan tidak ada yang ingin kenikmatan itu segera berakhir. Padahal, sebagaimana kita tahu semua kenikmatan tersebut terbatas; nikmat makan akan berakhir ketika kenyang; nikmat berlibur akan berakhir ketika kembali ke rutinitas; nikmat bercinta berakhir setelah ….. 😀

Tapi bagaimana dengan aktivitas akhirat kita?

Dimana letak kenikmatan sholat kita selain merasa capek untuk melaksanakannya? Dimana letak nikmatnya puasa ketika kita mengeluh haus dan lapar? Dimana letak nikmatnya bersedekah ketika kita cemas akan menjadi miskin? Padahal, Allah menjanjikan kenikmatan yang tidak terbatas di surga nanti.

Saya pikir, tidak ada kenikmatan yang bisa diraih saat beramal dan beribadah kecuali dengan memenuhi dua hal, yaitu ikhlas dan sesuai dengan sunnah.

 

Dipublikasi di Islam, Serba-Serbi | Tag , | Meninggalkan komentar

Gerhana dan Islam

reuters
Insya Allah pada 9 Maret nanti akan terjadi gerhana matahari total. Peristiwa ini merupakan fenomena alam yang biasa terjadi. Meski begitu tidak sedikit agama, bangsa maupun peradaban besar yang memunculkan mitos dan takhayul seputar gerhana. Kecuali islam, satu-satunya agama yang meyakini bahwa gerhana merupakan tanda kebesaran Allah dan sebuah fenomena alam.
 
Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (Qs.Yunus Ayat : 5)
 
Bahkan ketika anak dari Rasulullah SAW wafat pada saat gerhana berlangsung, Rasulullah tidak mengaitkannya dengan mitos atau menyalahkan gerhana. Beliau berkata:
 
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Tidaklah keduanya mengalami gerhana karena kematian seseorang atau karena lahirnya seseorang. Jika keduanya mengalami gerhana, maka berdoalah kepada Alloh dan sholatlah hingga gerhana selesai.” (HR. Bukhori dan Muslim).
 
Dan bukan hanya gerhana, islam menganjurkan berdo’a di setiap kejadian alam, baik itu kejadian yang biasa; seperti bergantinya hari, berakibat buruk; seperti badai, atau pun membawa kebaikan; seperti hujan setelah musim kemarau.
Dipublikasi di Islam, Serba-Serbi | Tag | Meninggalkan komentar