Serba-Serbi Nonton Sendiri

Nonton sendiri yang bagi sebagian orang dibilang ‘nggak deh’, saya sering melakukannya. Tapi itu bukan berarti saya selalu nonton sendirian. Saya juga sering nonton bareng temen kantor, keluarga, atau someone special. Nonton sendiri itu bedanya tipis dengan nonton bareng temen. Positifnya, nonton sendirian gak perlu khawatir kita bakalan traktir temen dan nggak buat temen khawatir mau traktir kita. Terus kita juga nggak sungkan pilih duduk di sebelah mana, karena masing-masing orang punya tempat favorit. Intinya sih kita lebih bebas. Tapi kekurangan dari nonton sendirian itu ya nggak punya temen sharing. Biasanya emang seru sih kalo nonton rame-rame.

Ada cerita lucu waktu nonton Mocking Jay 2. Waktu itu jadwal premiernya pas hari Jumat, jadi saya pergi ke Giant sebelum sholat Jumat, selain untuk dapet jeda waktu yang lama Setelah sholat Jumat, juga supaya bisa dapetin posisi favorit saya. Tapi kursi F18 itu ternyata sudah diisi. Orang yang duduk di kursi itu kayaknya sama nasibnya dengan saya, nonton sendiri. Deretan di bawah juga sudah diisi dua orang, pun juga yang di deretan atas. Ya sudah, akhirnya saya terpaksa duduk di F17 sambil berharap yang duduk di sebelah saya itu cewek.

Tepat jam 13.00 pintu teater dibuka dan saya jadi yang pertama masuk. Deretan saya masih kosong dan saya masih berharap yang datang ke sebelah saya cewek. Tapi harapan saya sirna begitu melihat seorang cowok gemuk (sangat gemuk) datang dan duduk di F18. Saya pun jadi mikir yang nggak-nggak. Bayangan saya nih, karena hari itu hari kerja, biasanya gedung nggak terlalu penuh, sementara di deretan kursi F itu baru ada dua orang: saya dan si cowok gemuk. Saya berpikir untuk pindah tempat duduk, tapi rasa-rasanya nggak enak kalau sudah ada yang booking. Mungkin aja si gemuk berpikiran sama, tapi saya lihat dia santai aja.

Akhirnya, saya lega ketika satu per satu penonton mulai memenuhi gedung, dan ada satu cowok lagi duduk di sebelah kiri saya. Jadilah kami bertiga; cowok yang hobi nonton sendirian … atau jomblo, hahaha.

Tapi ada kejadian paling nggak enak dari nonton sendirian, yaitu benar-benar nonton sendirian!

Saya pernah sekali benar-benar nonton sendirian, tapi lupa apa filmnya waktu itu; antara Killer Toon atau Cold Eyes, tapi yang jelas film Korea, di blitz (CGV), kalo nggak salah saya nontonnya Jumat malam abis pulang kerja. Begitu masuk gedung saya tanya sama guide-nya, “Mbak, filmnya gak dibatalin, kan?”

Tapi ada yang lebih mending dari benar-benar nonton sendiri meski lebih aneh: cuma ada dua orang di gedung! cowok pula lagi! hahaha. Serius, saya pernah ngalamin ini, di Blitz juga, filmnya About Time.

Sebenarnya kejadian penonton sedikit di gedung bioskop sudah beberapa kali saya alami. Saya juga bertanya-tanya sendiri, ini bioskop apa gak rugi, ya?

Coba hitung aja: Tiket Rp 25 ribu, nggak pake makan dan minum. Tapi saya dapet fasilitas AC full buat sendirian,  sound system, proyektor, dan guide yang setia menunggu saya selesai nonton.

 

 

 

Iklan

Tentang Ali Reza

Cool, Calm, and Confidence
Pos ini dipublikasikan di Serba-Serbi dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s