To Be Digital or Not To Be Digital

old_painting_man_using_ipa_450-zrpo8p

Sudah beberapa tahun terakhir ini ayah berlangganan Top Skor. Ayah bisa dibilang penggila bola, apalagi selama berlangsungnya Piala Dunia tahun lalu bertepatan yang dengan Ramadhan, saya sering denger suara TV di jam tiga dan saya intip Ayah lagi asik nonton bola. Saya nggak tau nama tukang koran langganan Ayah. Kadang, Ayah sering ngeluh sendiri soal ketik di koran atau bahkan kesalahan fatal si editor seperti nama pelatih. Dan, saya pikir, Ayah nggak bakalan sering komplain kalau  saja mau baca berita lewat smartphone. Adik-adik saya pake smartphone, dan lebih cepat tahu perkembangan berita ketimbang Ayah. Tapi Ayah nggak pernah minder. Meski demikian analisisnya terhadap masalah politik dan pengetahuannya tentang sepak bola jauh lebih baik dari keenam anaknya.

Aneh emang ketika tiap pagi lihat Ayah baca koran sementara saya bisa dengan mudah mengakses informasi lewat smartphone atau laptop. Bahkan kalau dipikir lebih jauh lagi, dilihat dari sisi ekonomisnya akan lebih murah membeli pulsa ketimbang membeli koran. Sebenarnya, saya pengen beliin smartphone untuk Ayah. Tapi, kalau dipikir-pikir lagi, nggak usahlah. Apalagi pas lihat si tukang koran datang dengan sepeda mininya, lalu menyapa Ayah, dan kemudian mendengar mereka asik ngobrol seputar sepak bola.

Sumber gambar: anthonyscsustan.edublogs.org

 

Iklan

Tentang Ali Reza

Cool, Calm, and Confidence
Pos ini dipublikasikan di Serba-Serbi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s