Cerita Dari Pemilihan Ketua DKM

tumblr_o2cx6ovaz61sx4ry2o1_500

Ahad lalu (7/2) diadakan pemilihan ketua DKM Masjid Al-Muhajirin. Acaranya diadakan pada waktu dan teknis pemilihan yang tidak biasa, yaitu ba’da sholat subuh dengan menggunakan sistim Dewan Syuro. Acara ini sempat tertunda selama hampir dua bulan yang seharusnya diadakan pada Desember lalu.

Saya sebenarnya mengajukan diri sebagai calon ketua DKM. Bukannya menyombongkan diri, tapi masjid sebesar ini perlu pemimpin yang sekedar ‘dihormati’ atau ‘dituakan’ dan mengikuti perkembangan jaman. Singkatnya, masjid ini butuh orang seperti saya. Hehe.

Waktu itu saya diminta untuk mencari dukungan minimal 7 orang karena 5 kandidat lainnya sudah ditentukan lewat musyawarah. Dua hari sebelum pemilihan saya sudah mendapatkan 11 dukungan yang saya sampaikan pada ketua Dewan Syuro. Tapi apa yang terjadi di luar dugaan saya. Ternyata dukungan 7 orang itu adalah untuk Dewan Jemaah. Saya yang kecewa bilang, “Ini nggak konsisten!” Tapi tidak berapa lama 2 orang panitia menghampiri kami dan ikut nimbrung. Dan setelah berdebat kurang lebih selama 15 menit, kertas dukungan saya dibawa, yang saya pikir masuk dalam bursa calon Ketua DKM.

Inkonsistensi atau melaksanakan sesuatu tidak sesuai dengan keputusan musyawarah bukanlah hal baru di masjid ini. Mungkin ini bisa menjadi pelajaran bagi pembaca bahwa kita wajib melaksanakan hasil musyawarah, sepahit apapun itu. Karena dampaknya, selain tidak diridhoi Allah, pelaksanaan yang berbeda itu akan menjadi sumber penyakit dan menjadi wabah, seperti yang terjadi di masjid ini seperti masjid kurang terawat, uang yang masuk kas juga tidak berkah, kesucian tidak terjaga, masjid diatur orang luar dan DKM tidak punya kuasa, dsb.

tumblr_o2cx6ovaz61sx4ry2o5_500

Pengurus Baru

Saya juga sudah memperingatkan mengenai salah satu calon yang dianggap kurang layak karena ‘hal yang tidak bisa saya utarakan di sini’. Ini bukan fitnah karena ada dua saksi lain yang melihatnya. Mungkin kalau saya mengatakan orang akan menganggap cela tersebut sangat kecil, tapi bagi saya itu sangat besar.

Ketika acara berlangsung, nama saya dipanggil bukan sebagai calon ketua melainkan duduk sebagai Dewan Jemaah. Saya pun menolak dan memilih mengundurkan diri. Tidak sedikit yang menyayangkan keputusan saya mengingat Dewan Jemaah bisa mencalonkan atau dicalonkan sebagai ketua DKM. Tapi saya harus konsisten, karena saya minta dukungan untuk menjadi ketua DKM, bukan Dewan Jemaah.

Acara pemilihan berlangsung cukup lancar dan tidak ada konflik dan perdebatan, karena para peserta ‘dibungkam’ dengan notes dan pulpen yang dibagikan sehingga peserta hanya boleh menyampaikan aspirasi melalui tulisan. Padahal, ada hal-hal penting yang harus disampaikan lewat lisan. Makanya saya ragu kepengurusan sekarang akan jadi lebih baik dari sebelumnya. Wallahu ‘alam.

tumblr_o2cx6ovaz61sx4ry2o4_500

Setidaknya ada sarapan pagi. hehe

 

 

Iklan

Tentang Ali Reza

Cool, Calm, and Confidence
Pos ini dipublikasikan di Islam, Serba-Serbi dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s