Gerhana dan Islam

reuters
Insya Allah pada 9 Maret nanti akan terjadi gerhana matahari total. Peristiwa ini merupakan fenomena alam yang biasa terjadi. Meski begitu tidak sedikit agama, bangsa maupun peradaban besar yang memunculkan mitos dan takhayul seputar gerhana. Kecuali islam, satu-satunya agama yang meyakini bahwa gerhana merupakan tanda kebesaran Allah dan sebuah fenomena alam.
 
Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (Qs.Yunus Ayat : 5)
 
Bahkan ketika anak dari Rasulullah SAW wafat pada saat gerhana berlangsung, Rasulullah tidak mengaitkannya dengan mitos atau menyalahkan gerhana. Beliau berkata:
 
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Tidaklah keduanya mengalami gerhana karena kematian seseorang atau karena lahirnya seseorang. Jika keduanya mengalami gerhana, maka berdoalah kepada Alloh dan sholatlah hingga gerhana selesai.” (HR. Bukhori dan Muslim).
 
Dan bukan hanya gerhana, islam menganjurkan berdo’a di setiap kejadian alam, baik itu kejadian yang biasa; seperti bergantinya hari, berakibat buruk; seperti badai, atau pun membawa kebaikan; seperti hujan setelah musim kemarau.
Iklan

Tentang Ali Reza

Cool, Calm, and Confidence
Pos ini dipublikasikan di Islam, Serba-Serbi dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s