Mengapa Kita Sering Terburu-Buru Dalam Beribadah

MALAYSIA-ISLAM-RAMADAN

Kita mungkin pernah mendengar penceramah atau ustadz yang menyayangkan jemaah sering mengeluh ketika imam membaca surah yang panjang. Tapi saya, setengah bercanda, menimpali: “Ustadz, bagaimana kalau surah yang dibaca imam pendek tapi makmumnya khusyu?”

Keluhan jemaah seperti itu menurut saya wajar, dan bahkan Rasulullah SAW pernah memperingatkan imam yang sholatnya lama.

“Mu’adz bin Jabal Al-Anshari pernah memimpin shalat Isya. Ia pun memperpanjang bacaannya. Lantas ada seseorang di antara kami yang sengaja keluar dari jama’ah. Ia pun shalat sendirian. Mu’adz pun dikabarkan tentang keadaan orang tersebut. Mu’adz pun menyebutnya sebagai seorang munafik. Orang itu pun mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengabarkan pada beliau apa yang dikatakan oleh Mu’adz padanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menasehati Mu’adz, “Apakah engkau ingin membuat orang lari dari agama, wahai Mu’adz? Jika engkau mengimami orang-orang, bacalah surat Asy-Syams, Adh-Dhuha, Al-A’laa, Al-‘Alaq, atau Al-Lail.” (HR. Muslim no. 465)

Kalau bicara kualitas amalan belum tentu amalan yang banyak yang lebih baik.

”Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ajeg) walaupun sedikit.” HR. Muslim no. 782

Namun yang ditekankan di sini bukanlah sedikitnya, melainkan kontinu-nya, karena Rasulullah SAW juga mengatakan:

“Wahai ‘Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan. Dulu dia biasa mengerjakan shalat malam, namun sekarang dia tidak mengerjakannya lagi.” HR. Bukhari no. 1152

Tapi kontinu juga tidaklah cukup karena amalan yang diterima itu harus memenuhi dua syarat, yaitu ikhlas dan sesuai dengan sunnah. Kalau sudah memenuhi dua syarat itu seharusnya kita bisa khusyu’ dalam sholat dan kualitas yang baik dalam amalan yang lain.

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya” (QS al-Mu’minuun: 1-2)”

Tidak khusyu’ biasanya akan membuat kita terburu-buru dan tidak sabaran dalam sholat atau ibada yang lain, sehingga mengerjakan sholat jadi sekedar menggugurkan kewajiban.

Saya tidak punya kiat supaya bisa khusyu’ dalam sholat, akan tetapi saya akan membawa kita untuk merenung dengan membandingkan antara aktivitas akhirat kita dengan dunia kita.

Kita merasa senang ketika makan hidangan lezat di sebuah restoran. Kita juga menikmati saat bersantai di atas pasir putih pantai ditemani angin sepoi-sepoi membelai rambut sambil minum air kelapa. Kamu pasti setuju bahwa nyaris tidak ada seorang pun yang tidak ikhlas ketika merasakan kenikmatan duniawi, bahkan tidak ada yang ingin kenikmatan itu segera berakhir. Padahal, sebagaimana kita tahu semua kenikmatan tersebut terbatas; nikmat makan akan berakhir ketika kenyang; nikmat berlibur akan berakhir ketika kembali ke rutinitas; nikmat bercinta berakhir setelah ….. 😀

Tapi bagaimana dengan aktivitas akhirat kita?

Dimana letak kenikmatan sholat kita selain merasa capek untuk melaksanakannya? Dimana letak nikmatnya puasa ketika kita mengeluh haus dan lapar? Dimana letak nikmatnya bersedekah ketika kita cemas akan menjadi miskin? Padahal, Allah menjanjikan kenikmatan yang tidak terbatas di surga nanti.

Saya pikir, tidak ada kenikmatan yang bisa diraih saat beramal dan beribadah kecuali dengan memenuhi dua hal, yaitu ikhlas dan sesuai dengan sunnah.

 

Iklan

Tentang Ali Reza

Cool, Calm, and Confidence
Pos ini dipublikasikan di Islam, Serba-Serbi dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s