Hilangnya Sentuhan Duo Nolan

christopher-nolan-jonathan-nolan

Ada yang tersisa dari Batman v Superman setelah satu minggu sejak tayang perdana; sebuah pertarungan lain antara Kritikus v Penonton. Ya, secara mengejutkan BvS menjadi film terlaris kedua walaupun terus dihujani kritikan(tomatometer per hari ini 28%). Yang menjadi kritikan tajam dalam film ini adalah banyaknya plot holes, tapi banyak penggemar DC yang tidak setuju dengan mereka. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian penjualan tiket BvS selama seminggu ini cukup fantastis dan disebut sebagai demokrasinya Box Office.

Saya tidak akan membahas plot holes-nya, melainkan ada sesuatu yang hilang dari BvS yaitu peran duo Nolan sebagai penulis skenario. Sejak Batman Begins hingga Man of Steel nama Christopher Nolan selalu ada dalam daftar baik sebagai penulis cerita maupun penulis skenario. Kesuksesan penulisan CN biasanya selalu berdampingan dengan sang saudara, Jonathan Nolan. Dan sebagaimana kita juga tahu bahwa kesuksesan The Dark Knight merupakan kolaborasi duo Nolan dan David Goyer. Tapi ketika David Goyer kehilangan dua rekannya, BvS juga seolah kehilangan kekuatan.

dark-knight

Ekspektasi penggemar DC pada BvS memang melebihi The Dark Knight Rises, bahkan pencapaian penonton bisa BvS lebih baik dari TDKR. Akan tetapi, kritikus tidak membandingkan BvS dengan TDKR melainkan dengan TDK. Sebagai contoh, kedua film ini selalu dibandingkan mana yang lebih gelap, dan di samping itu, sebenarnya ada kesamaan antara dua film yaitu pada Lex Luthor dan Joker. Dalam TDK, ketika Batman fokus pada penangkapan mafia dan mengabaikan Joker, di sisi lain Joker malah meyakinkan mafia bahwa Batman-lah yang akan menjadi pengacau rencana mereka. Demi melawan Batman, Joker menghabisi Komisaris, Hakim, dan Jaksa (Harvey Dent). Batman pun terjebak dalam permainan Joker. Joker membiarkan dirinya ditangkap supaya bisa membebaskan Lau dan menempatkan Batman dalam pilihan sulit: menyelamatkan Harvey Dent atau Rachel. Ceritanya semakin keren karena ditunjang dengan penampilan memukau Heath Ledger sebagai Joker.

Sementara dalam BvS Lex Luthor menyeting supaya Batman berhadapan dengan Superman. Setingan Lex Luthor ini sudah dimulai sejak awal film saat menjebak Superman untuk menyelamatkan Lois Lane, berlanjut pada penemuan krypton dan membiarkan Batman mencurinya, dan pada akhirnya menjebak kedua superhero tersebut untuk saling berhadapan. Akan tetapi peran Lex Luthor tidak sekuat/secerdik Joker, apalagi Jesse Eisenberg tampaknya masih belum lepas dari sosok Zuckerberg dan malah menyulap sosok musuh bebuyutan Superman itu menjadi Lex Zuckerberg.

Meskipun TDKR tidak secemerlang TDK, namun seandainya duo Nolan ikut menggarap skenarionya, mungkin pertarungan Batman melawan Superman akan jauh berbeda.

 

Iklan

Tentang Ali Reza

Cool, Calm, and Confidence
Pos ini dipublikasikan di Film, Serba-Serbi dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s